Budaya Literasi Dapat menunjang Daya Kompetisi Pemuda Pemudi di Era Globalisas
dikirim tanggal 15 September 2018 - 13:07:11, dan sudah dilihat sebanyak 743 kali
artikel

#LombaMenulisArtikel

A.           LATAR BELAKANG

Budaya membaca buku sepatutnya ditanamkan sejak dini. Melalui membaca, cakrawala berpikir seseorang akan terbuka dan menyerap banyak ilmu pengetahuan. Minat baca akan memengaruhi kehidupan individu dan bangsa pada masa mendatang, juga pemahaman ekonomi untuk menentukan masa depan global. Di sinilah peran penting perpustakaan diperlukan. Perpustakaan menjadi jembatan mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam UU Nomor 43 Tahun 2007 disebutkan mengenai fungsi dan peran perpustakaan. UU tersebut antara lain menyebutkan bahwa dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, perpustakaan sebagai wahana belajar sepanjang hayat mengembangkan potensi masyarakat agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan nasional; bahwa sebagai salah satu upaya untuk memajukan kebudayaan nasional, perpustakaan merupakan wahana pelestarian kekayaan budaya bangsa; bahwa dalam rangka meningkatkan kecerdasan kehidupan bangsa, perlu ditumbuhkan budaya gemar membaca melalui pengembangan dan pendayagunaan perpustakaan sebagai sumber informasi yang berupa karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam. Jauh sebelum UU tersebut lahir, kesadaran akan pentingnya peranan perpustakaan dan betapa membaca memberikan efek yang baik bagi bangsa, membuat Presiden Soeharto pada 14 September 1995 meresmikan Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca di Banjarmasin. Hal ini tidak luput dari peran Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) kala itu, Mastini Hardjoprakoso yang juga memiliki kedekatan dengan Ibu Negara Tien Soeharto.

B.       PENGERTIAN

a)             LITERASI

Istilah literasi dalam bahasa Indonesia merupakan kata serapan dari bahasa Inggris literacy  yang secara etimologi berasal dari bahasa Latin literatus, yang berarti orang yang belajar. Dalam bahasa Latin juga terdapat istilah littera (huruf) yaitu sistem tulisan dengan konvensi yang menyertainya.

beberapa pendapat tentang literasi menurut para ahli berikut ini :

• Menurut UNESCO

Pemahaman orang tentang makna literasi sangat dipengaruhi oleh penelitian akademik, institusi, konteks nasional, nilai-nilai budaya dan juga pengalaman. Pemahaman umum dari literasi adalah seperangkat keterampilan nyata, terutama ketrampilan membaca dan menulis, yang terlepas dari konteks dimana ketrampilan itu diperoleh dan siapa yang memperolehnya.

• Menurut Cordon

Literasi adalah sumber ilmu yang menyenangkan yang mampu membangun imajinasi mereka untuk menjelajahi dunia dan ilmu pengetahuan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa literasi secara umum adalah kemampuan individu mengolah dan memahami informasi saat membaca atau menulis. Literasi lebih dari sekedar kemampuan baca tulis, oleh karena itu, literasi tidak terlepas dari ketrampilan bahasa yaitu pengetahuan bahasa tulis dan lisan yang memerlukan serangkaian kemampuan kognitif, pengetahuan tentang genre dan kultural.

b)        PERPUSTAKAAN

Dalam arti tradisional, perpustakaan adalah sebuah koleksi buku dan majalah. Walaupun dapat diartikan sebagai koleksi pribadi perseorangan, namun perpustakaan lebih umum dikenal sebagai sebuah koleksi besar yang dibiayai dan dioperasikan oleh sebuah kota atau institusi, serta dimanfaatkan oleh masyarakat yang rata-rata tidak mampu membeli sekian banyak buku atas biaya sendiri.

Tetapi, dengan koleksi dan penemuan media baru selain buku untuk menyimpan informasi, banyak perpustakaan kini juga merupakan tempat penyimpanan dan/atau akses ke map, cetak atau hasil seni lainnya, mikrofilm, mikrofiche, tape audio, CD, LP, tape video dan DVD. Selain itu, perpustakaan juga menyediakan fasilitas umum untuk mengakses gudang data CD-ROM dan internet.

Oleh karena itu perpustakaan modern telah didefinisikan kembali sebagai tempat untuk mengakses informasi dalam format apa pun, apakah informasi itu disimpan dalam gedung perpustakaan tersebut ataupun tidak. Dalam perpustakaan modern ini selain kumpulan buku tercetak, sebagian buku dan koleksinya ada dalam perpustakaan digital (dalam bentuk data yang bisa diakses lewat jaringan komputer).

C.     Manfaat Literasi dan Kunjung perpustakaan

Metrotvnews.com, Jakarta: Bulan September dalam kalender nasional memiliki dua momen penting. Bulan kesembilan itu dijadikan sebagai Bulan Gemar Membaca dan tanggal 14 September diperingati sebagai Hari Kunjung Perpustakaan.

Dua momen tersebut penting untuk mendongkrak minat baca buku masyarakat Indonesia. Minat masyarakat membaca buku masih rendah. Sebuah survei yang dilakukan Central Connecticut State University di New Britain yang bekerja sama dengan sejumlah peneliti sosial menempatkan Indonesia di peringkat 60 dari 61 negara terkait minat baca. Survei dilakukan sejak 2003 hingga 2014. Indonesia hanya unggul dari Bostwana yang berada di posisi 61. Sementara, Thailand berada satu tingkat di atas Indonesia, yakni posisi 59. Finlandia dinobatkan sebagai negara dengan minat baca nomor satu sedunia.

Syarif mencontohkan di Finlandia waktu belajar di sekolah hanya 2 jam. Kualitas sumber daya manusia negara Finlandia ditentukan oleh tiga faktor yaitu gizi, bahan bacaan dan pendidiknya. Kecepatan standard membaca saat ini 300 kata per menit, kecepatan  yang sedang saat ini 500 kata per menit, di Eropa dan Amerika kecepatan membaca antara 800 hingga 1000 kata per menit. "Kenapa kita membaca yaitu untuk mengukur tingkat kemampuan yang kita miliki," imbuh syarif. Ka Perpusnas menjelaskan ke peserta melalui gambar mobil formula dan mengevaluasi sejauh mana tingkat pengetahuan peserta, apakah bisa memakai, bisa merakit,  mengerti, design dan manajemen produk.

"Suatu negara yang maju dan berkembang memiliki kemampuan membaca, berwacana dan menulis yang efektif," papar Kepala Dinas dan Kearsipan Kota Depok Siti Chaerijah Aurijah. Salah satu tolak ukur tingginya minat baca adalah dengan kunjungan ke perpustakaan. (Reportase : Arwan Subakti)

Pada dasarnya membaca dapat membuka jendela dunia, bahkan dapat meningkatkan daya kompetitif kita di era Globalisasi. Dimana di era sekarang ini banyak sebagian dari  kita enggan menyempatkan diri untuk membaca ibarat kata walau hanya 2 menit saja. Berikut secara garis besar manfaat dari literasi :

a)      Menambah kosa-kata kita.

b)      Mengoptimalkan kerja otak.

c)      Menambah wawasan dan informasi baru.

d)     Meningkatkan kemampuan interpersonal.

e)      Mempertajam diri dalam menangkap makna dari suatu informasi yang sedang dibaca.

f)       Mengembangkan kemampuan verbal.

g)      Melatih kemampuan berfikir dan menganalisa.

h)      Meningkatkan fokus dan konsentrasi seseorang.

i)        Melatih dalam hal menulis dan merangkai kata-kata yang bermakna.

 

D.      Faktor Pendukung dan penghambat

Kelancaran dan kesuksesan budaya literasi di pengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung dapat berasal dari dalam masing-masing individu serta keikut sertaan pemerintah dalam mendukung kegiatan ini.

Faktor pendukung :

1.      Minat bakat dari dalam diri individu

2.      Sarana dan prasarana yang sesuai dengan standar nasional pendidikan

3.      Komponen pendidik serta peserta didik

Faktor penghambat :

1.      Kesadaran masing-masing individu

2.      Sarana dan prasarana yang belum cukup memadai

3.      Kurangnya kecakapan dalam penggunaan IPTEK

 

E.       Upaya yang perlu dilakukan untuk kesuksesan “Budaya Literasi”

Untuk menunjang gerakan ini, ada beberapa upaya yang perlu dilakukan oleh pemerintah, yaitu :

1.      Pengoptimalan gerakan literasi di sekolah-sekolah yang ada di seluruh Indonesia.

2.      Meningkatkan sarana dan prasarana untuk meningkatkan kinerja dalam membangun perpustakaan dari kota ke desa-desa.

3.      Melakukan penyuluhan ke berbagai pelosok daerah tentang manfaat literasi.

Negara yang berkembang seperti Indonesia, membutuhkan generasi yang cakap dalam menangani berbagai persoalan. Salah satunya dengan cara menumbuhkan minat baca dapat menjadikan generasi kita kaya akan pengetahuan yang dapat menunjang berbagai aspek baik pendidikan, keterampilan, maupun kreativitas. Dengan mempertimbangkan manfaat dari gerakan literasi secara tidak langsung masyarakat kita dapat menyadari akan hal itu. Demikian artikel yang dapat saya tulis, semoga bisa membantu dan menambah pengetahuan para pembaca.


Penulis: Fahimatul Ilmiyah

Berita Terkait
(Lomba Menulis Artikel) Membaca: Cara Sedrhana Melihat Dunia, Cara Menghargai Waktu Dengan Sederhana
S Mariya Ulva 432 Kali
#LombamenulisArtikel-Semua\r\nperihal buku adalah ilmu. Semua perihal ilmu adalah jendela untuk meli...
Ekspansi Virus Membaca Kota Metro Via Perpustakaan dan Kegiatan Literasi
Nurul Ilmi Musra 481 Kali
#Lombamenulisartikel-Sejarah\r\ndunia mencatat bahwa keberadaan perpustakaan ada sejak manusia menge...
Hari Kunjung Perpustakaan sebagai Momentum dalam Menggerakkan Literasi di Kota Metro
Julianto Nugroho 323 Kali
#LombaMenulisArtikelBuku adalalah Jendela\r\nDunia itu merupakan salah satu kata bijak yang\r\nmengg...