Perpustakaan sebagai Gudang Ilmu
dikirim tanggal 15 September 2018 - 12:44:59, dan sudah dilihat sebanyak 5055 kali
artikel

#LombaMenulisArtikel

Perpustakaan adalah gedung yang digunakan untuk penyimpanan dan penggunaan buku. Perpustakaan juga sebagai gudang ilmu, dimana banyak jenis buku yang ada disana. Setiap pelajar, mahasiswa maupun umum dapat menggunakan perpustakaan untuk meminjam buku dan ruang untuk membaca. Di setiap sekolah maupun universitas disiapkan perpustakaan agar dapat menunjang minat membaca dan menambah wawasan para mahasiswa maupun peserta didik.

            Perpustakaan begitu penting dalam merangsang otak anak bangsa semakin lebih cerdas dan berwawasan luas. Jadi, sangat layak didorong semua sekolah dan universitas wajib memiliki perpustakaan. Sudah saatnya, budaya membaca di negeri ini semakin digiatkan. Indonesia sudah terlalu lama terlelap dalam budaya literasi yaitu membaca dan menulis yang rendah.

            Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001 persen. Artinya, dari 1000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca. Riset berbeda bertajuk “Most Littered Nation In The World” yang dilakukan oleh Central Connecticut State University pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke 60 dari 61 negara soal minat membaca.

            Dari data tersebut mengisyaratkan bahwa Indonesia rendah dalam hal literasi terutama membaca buku. Ini sebuah keprihatinan bagi kita. Padahal, kita sudah memiliki perpustakaan di sekolah maupun di universitas tetapi bukan untuk membaca buku, namun hanya sebagai pajangan saja, bahkan untuk menumpang wifi.

Dimulai sejak dini

            Hal pertama yang harus dilakukan untuk menggelorakan semangat membaca buku adalah mengajak anak sejak dini untuk membaca buku. Hal itu merupakan suatu harapan untuk membentuk karakter anak bangsa yang cerdas, berwawasan luas dan mampu bersaing dengan bangsa lainnya. Dengan membaca buku akan mampu meredam segala bentuk berita bohong atau hoaks yang selalu membelenggu kita. Dengan banyak membaca buku akan membuat pikiran seseorang menjadi lebih kritis dalam membaca berita yang beredar di media sosial.

            Tidak akan mudah untuk terpengaruh terhadap berita yang tidak benar tersebut. Bimbingan kepada anak bangsa pun harus terus diberikan bukan hanya di sekolah saja, namun di rumah juga bimbingan harus terus dilakukan. Orangtua khususnya wajib mengajak anak-anak untuk membaca buku setiap harinya. Bermula dari orangtua itu sendirilah yang giat membaca buku agar ditiru oleh anaknya.  Seorang anak masih sangat mudah untuk diajari, dinasehati maupun ditempah karakternya. Jadi, apa yang dilakukan orangtuanya, hal itulah yang diikuti. Jika orangtuanya berbuat keburukan, si anak juga akan mengikutinya. Ketika orangtua membaca buku, maka anak juga akan membaca buku. Dan, ketika orangtua selalu berkelahi ataupun tidak akur di rumah, maka si anak pun semakin takut kepada orangtuanya dan mentalnya menjadi kacau.  

            Hal kedua yang harus dilakukan untuk menggelorakan budaya membaca buku adalah membeli buku-buku yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan anak. Anak yang masih tergolong usia 5-10 tahun sangat suka buku-buku yang ada gambar bewarnanya, sehingga sangat unik. Buku seperti itu akan merangsang mereka untuk suka membacanya dan bersemangat pula. Dengan begitu, waktunya tidak habis hanya untuk bermain maupun menonton, namun diberi ruang untuk membaca buku.

Perpustakaan keluarga

            Selanjutnya, hal ketiga yang harus digelorakan adalah perpustakaan diharapkan tidak hanya berada di sekolah maupun di universitas. Namun, di rumah pun perlu dibuatkan perpustakaan yang ramah untuk anak buat membaca buku. Perpustakaan keluarga itulah nantinya digunakan untuk menyimpan buku milik anak maupun keluarga. Sekaligus di perpustakaan itulah ruangan untuk membaca bagi keluarga. Selain itu, digiatkan pula gerakan berbagi buku bagi anak. Kegiatan sosial berbagi buku ini misalnya rutin dilakukan oleh Kick Andy Foundation bersama Yayasan Agung Podomoro Land. Baru-baru ini kedua yayasan yang diinisiasi oleh Yayasan Agung Podomoro Land mendonasikan buku ke beberapa daerah (kaskus.co.id)  

            Kegiatan berbagi buku tersebut agar tidak membebankan anak untuk membeli buku yang harganya mahal. Dengan buku gratis dan bermanfaat akan semakin menambah wawasan anak dan kecerdasannya dalam menghadapi tantangan dunia nantinya. Buku yang dibagikan tersebut tadi dapat pula disimpan di perpustakaan keluarga untuk dibaca di waktu-waktu berikutnya.

            Hal keempat yang dapat dilakukan selanjutnya adalah tidak membiarkan anak untuk bermain gadget ataupun smartphone. Terkadang, bila anak dibelikan gadget atau smartphone seringkali digunakan untuk membuka facebook, instagram, bermain game bahkan membuka konten berunsur pornografi. Hal itu memungkinkan terjadi, jika tidak ada pengawasan yang ketat bagi anak oleh orangtua. Gadget maupun smartphone sebenarnya digunakan untuk hal-hal yang positif seperti membaca media online terpercaya, epaper koran maupun membuka wikipedia untuk mencari jikalau ada soal maupun pertanyaan di sekolah yang sulit untuk dijawab. Anak-anak butuh hal tersebut karena karakter mereka masih rentan disusupi oleh perilaku negatif. Anak pun sangat mudah terpengaruh lingkungan, sehingga membuatnya semakin nakal. Lebih parah lagi, anak dapat terpengaruh paham radikalisme dari oknum teroris yang menyebarluaskan paham itu dari media sosial. Kondisi terburuk seperti itulah yang kita hindari.

            Jadi, langkah baik yang harus dilakukan adalah anak Indonesia sejak dini disusupi budaya membaca buku, menulis, berhitung dan sebagainya. Pengembangan literasi sangat penting dibawa oleh orangtua, guru dan masyarakat. Untuk memudahkan pengembangan literasi itu solusinya adalah dengan memperbanyak buku di perpustakaan dan meratanya perpustakaan di setiap daerah di Indonesia di sekolah maupun di rumah agar kecerdasan, wawasan anak semakin luas.   


Penulis: Juandi Manullang

Berita Terkait
Melestarikan Literasi dan Output Perkembangan Minat Baca Lewat Perpustakaan
Julianto Nugroho 2054 Kali
#LombaMenulisArtikelMinat atau kemauan untuk membaca adalah sumber motivasi yang\r\nsangat penting b...
(Lomba Menulis Artikel) Perpustakaan sebagai Sarana Informasi dan Pengetahuan
Julianto Nugroho 431 Kali
#LombaMenulisArtikel-Hari\r\nKunjung Perpustakaaan pertama kali diselenggarakan oleh mantan Presiden...
(Lomba Artikel) Tingkatkan Minat Literasi Untuk Generasi Penerus Kota Metro
Julianto Nugroho 658 Kali
Oleh: Fadhil Mubarak AismaTidak dapat\r\ndipungkiri lagi bahwa literasi adalah faktor utama suatu ba...