(Lomba Artikel) Kegiatan Literasi di Lingkungan Ku
dikirim tanggal 03 September 2018 - 12:37:04, dan sudah dilihat sebanyak 4920 kali

Penulis: Aida Rifa

Literasi adalah kemampuan untuk mengenali dan memahami ide-ide yang disampaikan secara visual baik video, adegan dan gambar. Di Indonesia, kegiatan literasi sangat didukung oleh masyarakat terutama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pak Muhadjir Effendy yang berpendapat bahwa “Kemampuan literasi kita jauh tertinggal dengan negara lain. Oleh karena itu harus kita kejar agar tidak tertinggal lebih jauh lagi”. Jumlah melek huruf di Indonesia mencapai angka 165.057.633 yang terdiri dari kalangan usia 15-65 tahun. Sangat jauh bukan? Melek huruf bisa terjadi karena kurangnya motivasi dalam diri seseorang, lingkungan yang tidak mendukung, rasa malas dll.

Cara menanggulanginya adalah untuk mengadakan kegiatan literasi kepada siswa sekolah. Kegiatan literasi biasa dilaksanakan sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai atau sekolah sudah mengatur jadwal literasi setiap kelas. Dibimbing oleh guru atau siswa itu sendiri yang melakukannya. Ada yang membaca buku nonfiksi, menulis, bercerita, literasi juga bisa dengan menonton video dll bertujuan untuk menyampaikan hal-hal yang bermanfaat, pendidikan karakter, kegiatan sosial semakin terjaga. 

Sangat disayangkan waktu untuk literasi banyak disalahgunakan oleh siswa. Ketika guru tidak membimbing kegiatan tersebut atau sedang tidak berada di kelas, siswa malah bermain membuat keributan, berbincang hal yang tidak penting atau bahkan pekerjaan rumah diselesaikan di sekolah. Saya ingin memberi contoh kepada pembaca. SM juga mengadakan literasi setiap kelas. Masing-masing kelas sudah mempunyai jadwalnya. Kegiatan literasi ini tidak diawasi oleh guru, karena beranggapan anak SMA sudah dewasa. Tetapi, literasi digunakan untuk bermain gawai, berbincang hal-hal yang tidak bermanfaat, mendengarkan lagu, pergi ke kantin dll. Sungguh disayangkan, kegiatan untuk pendidikan karakter berlalu begitu saja.

Pendidikan karakter tumbuh dari bimbingan orang tua, guru, orang dewasa. Orang tua adalah peran yang sangat penting. Di rumah juga orang tua bisa melakukan kegiatan literasi bersama anaknya. Manfaatnya pun sangat berpengaruh pada anak. Orang tua dapat bercerita kepada anaknya tentang hari-hari yang dilalui, anak pun dapat bercerita kepada orang tuanya. Orang tua juga harus memberi saran yang baik pada anaknya. Hubungan anak dan orangtua pun menjadi sangat harmonis.

Teknologipun semakin canggih dan dapat mendukung siswa dalam kegiatan literasi. Cintohnya video yang ditampilkan lewat laptop atau dipasang proyektor agar lebIh memuaskan. Video tersebut dapat berupa film, berita atau bahkan video di Youtube. Hal ini disebut literasi digital. Karena memanfaatkan teknologi. Guru pun mengajar biasanya menggunakan proyektor agar siswa tidak merasa bosan dan ngantuk dengan membaca buku dan mendengarkan penjelasan guru yang panjang. Siswa pun lebih senang dengan menonton daripada membaca. Apalagi animasi yang menarik.

Saat guru mengajar pun bisa dikatakan literasi terutama bahasa indonesia. Mata pelajaran yang lain juga banyak mendidik pendidikan karakter siswa.

Sekarang ini, banyak aplikasi yang digunakan untuk membantu kegiatan belajar siswa. Banyak video yang menarik, penjelasannya mudah dipahami, biaya yang cukup murah. Kita juga tidak perlu pergi keluar rumah, melewati jalan yang macet. Karna aplikasinya juga menyediakan guru les online.

Masa depan literasi akan ditingkatkan lagi. Proses awalnya tadi mengadakan kegiatan literasi di sekolah. Banyak juga organisasi mengadakan seminar, itu juga termasuk literasi. Literasi dapat dilakukan dan ditemui setiap hari. Kegiatan literasi perlu titekankan kembali agar melek huruf di Indonesia berkurang. Kita juga dapat mengajarkan kepada orang pedalaman khususnya yang harus diperhatikan pendidikan karakter mereka. Pemerintah memang mengajukan kegiatan literasi. Dan kita sebagai generasi harus menggunakan waktu sebaik mungkin. Literasi tidak harus membaca. Bukankah setiap hal yang ada dilingkungan kita ini ada banyak tulisan yang harus dipahami. Oleh sebab itu, bacalah. Kita tidak diharuskan gemar membaca. Tetapi, kita harus pandai membaca. Informasi pun dapat sampai dengan mendengar.

Saya harap kegiatan literasi didukung oleh masyarakat luas. Anak-anak kota maupun pedalaman. Banyak anak-anak yang suka bermain game daripada bersosialisasi. Berkumpul dengan orang tua pun masing-masing sibuk sendiri. Saya harap juga kegiatan literasi disenangi semua orang. Kegiatan literasi difasilitasi, diperbaiki karena kegiatan literasi sangat berpengaruh terutama pendidikan karakter pada anak. Orang tua juga mendukung anaknya. Belikan buku cerita untuk anaknya atau pergi ke perpustakaan atau bahkan di rumah bercengkrama ria bersama. Pergaulan anak juga diperhatikan, luangkan lah waktu untuk anak. 

Di sekolah siswa juga didukung kegiatan ekstrakukikuler yang banyak mengandung literasi. Guru di kelas saat mengajar dapat memberi sedikit nasihat. Jika mengajar tidak membedakan siswa. Orang dewasa harus dapat berpikir matang, jika adik bercerita dengarkan dan beri nasihat sebaik mungkin. Anak tumbuh dari lingkungan dan motivasi orang disekitar. Literasi sangat penting, kita tidak diharuskan gemar membaca tetapi kita diharuskan pandai membaca dan sangat peduli terhadap membaca. Kegiatan literasi ke depan akan lebih maju didukung dengan pendidikan karakter.

Berita Terkait
(Lomba Menulis Artikel) Budaya Literasi Membawa Kota Metro Berkemajuan
Julianto Nugroho 592 Kali
#LombaMenulisArtikel-Kota Metro,\r\nProvinsi Lampung sedang berbenah memperbaiki kualitas pendidikan...
Budaya Literasi Dapat menunjang Daya Kompetisi Pemuda Pemudi di Era Globalisas
Julianto Nugroho 684 Kali
#LombaMenulisArtikelA.          \r\nLATAR\r\nBELAK...
Membaca itu Mencerdaskan Generasi Bangsa
Ni Nyoman Tari Indah Astuti 708 Kali
#LombaMenulisArtikel-Benarkah dengan membaca generasi bengsa akan menjadi\r\ncerdas? Sebagian besar ...